Pages

Sabtu, 29 Februari 2020

Mahasiswi IDIA Prenduan Laksanakan Kuliah Lapangan



SUMENEP, Komunika-Enam mahasiswi Institut Dirosat Islamiah Al-Amien (IDIA) Prenduan melaksanakan kuliah lapangan sebagai tugas program “Jurnalistik Online dan Jurnalistik Cetak”  yang dikembangkan di lembaga tersebut, dimulai sejak 28 Januari 2020 lalu.
Mahasiswi semester VI (enam) Fakultas Dakwah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) memilih sastrawan Syaf Anton Wr sebagai mentor selama proses perkuliahan di lapangan. Sholeha, salah seorang wakil dari mahasiswi menyebutkan, dalam kuliah lapangan ini dimaksudkan untuk menindak lanjuti hasil pembelajaran di kampus sekaligus memperdalam ilmu-ilmu tentang jurnalistik, khususnya dalam penulisan opini, artikel, feature dan pemberitaan. “Untuk kuliah lapangan ini, kami laksanakan 5 kali pertemuan, masing-masing dengan materi dan tugas yang beda,” ujarnya.
Pertemuan pertama dan kedua pada Selasa (04/02), dilaksanakan di kediaman Syaf Anton Wr dengan topik pembelajaran menulis opini dan artikel. Selanjutnya akan dikembangkan ke obyek yang nantinya menjadi bahan penulisan. “Mereka akan saya bawa langsung ke lapangan, dan saya pertimbangkan ke museum atau tempat lainnya, sekaligus sebagai tugas laporan jurnalistik,” ungkap Syaf Anton
Syaf Anton berharap, dari lima kali pertemuan nantinya para mahasiswi bisa menghasilkan karya tulis dalam bentuk tulisan lepas. “Saya tahu, keinginan mereka untuk bisa menulis cukup tinggi,” tandasnya.
Enam mahasiswi yang terdiri dari Sholeha, Hasniar, Lailatul Husni, Rif’atun Hasanah, Wahdaniah dan Rofiqoh dengan seksama mengikuti arahan mentornya,
Hasniar asal Kalimantan Utara menyatakan meski baru belajar menulis ia berharap “Proses belajar yang menurut saya sangat singkat ini rasanya kurang. Mau diperpanjang sampai betul-betul bisa menjadi virus positif bagi yang lain,” katanya.
Sedangkan Lailatul Husni menyebut ketika saya pulang dari belajar, merasa semangatnya semakin bertambah dan meyakini apa yang ia tulis akan menjadi hal yang paling berharga. Hal ini diperkuat Rif’atun Hasanah  “Suatu kehormatan bagi mahasiswi KPI bisa belajar bareng bersama Pak Syaf Anton. Selama kami belajar bersama, kami selalu dikasih motivasi dan sangat berkesan dari beliau,” ungkap gadis mungil itu.
Sementara Wahdaniah, menyebut kata-kata yang paling tertanam dihati saya dari Pak Syaf Anton adalah “Jika ingin diingat, menulislah”. Dalam kuliah lapangan ini, Rofiqoh yang tidak berkeinginan menulis justru sebaliknya.  Ia menyebut ia justru terkesan, karena materi ini membawa saya pada bidang yang tidak pernah ada dalam keinginan saya. “Dan bukan hanya materi saja yang saya dapat, melainkan sebuah pengalaman yang tak pernah saya alami,” jelasnya. (LRI)


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Subscribe!

Mars IDIA Prenduan